Sabtu, 05 Maret 2016

penyuluh perikanan tayu: Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan

penyuluh perikanan tayu: Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan: Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) & Forum Peningkatan Konsumsi Ikan...

Jalankan Program Nawacita, KKP Lakukan Pengalihan Ukuran Kapal

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti concern merealisasikan program Nawacita yang digagas Presiden Jokowi. Hal ini disampaikannya dalam Retreat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ballroom Hotel Century di hadapan para pegawai Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Senin (22/2).
Dalam retreat tersebut, Menteri Susi menyatakan bahwa KKP akan merevisi program pembuatan kapal dengan ukuran kecil, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saat ini cenderung permintaan lebih ke kapal kecil. Mungkin ada baiknya kita juga membuat revisi baru. Kalau perlu kita mengubah kapal yang lebih besar dan menambah ke kapal yang lebih kecil,” ujar Menteri Susi.
Pengalihan ukuran kapal sesuai dengan kebutuhan masyarakat diakui Menteri Susi adalah hal yang boleh dilakukan. Menteri Susi menegaskan bahwa KKP tidak perlu membuat hal yang kurang dibutuhkan.
“Saya melihat memang kecenderungan orang minta kapal kecil karena lebih irit. Kedua, karena ikan sangat banyak. Kita bisa mengurangi kapal yang lebih besar menjadi kapal yang lebih kecil. Kapal 30 GT turun 10%, 20 GT turun 20%, 10 GT turun 10%. Semua dialihkan turun ke kapal yang 5 GT,” jelas Menteri Susi.
Menteri Susi juga mengatakan bahwa pengalihan ukuran kapal demi kesejahteraan masyarakat sesuai dengan program Nawacita. “Bila kita bicara nawacita, inilah nawacita,” ujarnya.
(RA/DS)
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (46.7%)
  • Senang (20.0%)
  • Takut (13.3%)
  • Terhibur (6.7%)
  • Terganggu (6.7%)
  • Sedih (6.7%)
  • Marah (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Sabtu, 30 Januari 2016

Meluruskan Niat Berpolitik dalam MUSKO DPD KNPI Kota Sibolga

Keberhasilan berpolitik ditentukan sejauh mana kita sukses dalam membangun serta merebut kekuasaan. Hasilnya, komitmen menjadi monotafsir, yakni komitmen menjaga kepentingan masing-masing. Pola kerja politik yang demikian itulah yang menjadikan mindset politik kita yang pasti akan berujung terhadap perpecahan.

Dalam kerangka tersebut, membangun kekuatan yang kukuh pada basis idealisme dalam meluruskan niat komitmen dalam MUSKO DPD KNPI Kota Sibolga menjadi hal penting. Organisasi Kepemudaan yang terwadahi dalam DPD KNPI Kota Sibolga saat ini memiliki kekuatan untuk mengontrol terhadap semua yang berkepentingan dalam MUSKO DPD KNPI Kota Sibolga agar berjalan pada komitmen serta niat berpolitik untuk kemajuan pemuda di masa yang akan datang.

Dan, kekuatan tersebut hanya akan tercipta jika Organisasi Kepemudaan menyatukan tekad bersama. Yakinlah, berpolitik untuk menguasai kekuasaan yang berlandasan kepentingan individu semata tidak akan pernah membawa kebaikan dan perubahan. Berpolitik dengan semangat idealisme tidak membutuhkan segudang retorika (apalagi janji). Melainkan tindakan nyata.

Berpolitik dengan semangat idealisme bukan sebuah gambaran berpolitik yang selalu mengutamakan kepentingan kekuasaan, peragmatisme, maupun kepentingan golongan. Berpolitik dengan semangat idealisme berarti berpolitik untuk mengabdi kepada perubahan yang lebih baik dengan bersama-sama hingga Organisasi Kepemudaan dapat memberikan kontribusi perubahan dan kemajuan khususnya di Kota Sibolga, sehingga sejarah perubahan oleh pemuda terulang kembali melalui momentum MUSKO DPD KNPI Kota Sibolga ini, tentunya untuk kemajuan dan perbaikan Kota Sibolga kedepan dan seterusnya.


Namun demikian, hanya satu pertanyaan yang sanggup terlontar, masihkah Organisasi Kepemudaan yang ternauingi dalam DPD KNPI Kota Sibolga kita saat ini memiliki niat dan komitmen untuk memberikan kontribusinya yang ril terhadap kemajuan Kota Sibolga dengan semangat berpolitik idelisme yang kuat dalam MUSKO DPD KNPI Kota Sibolga nanti???.. Antalahu....!!! Apo Maddid...

(Ali Wardana Panggabean, Mahasiswa FISIP UT)

Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient)

Kecerdasan emosi atau dikenal dengan istilah Emotional Intelligence (EI) adalah kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi. Termasuk di dalamnya kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain di sekitarnya. EI ini tidak saling bertabrakan dengan IQ karena memang punya wilayah ‘kekuasaan’ yang berbeda. IQ umumnya berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis, dan diasosiasikan dengan otak kiri. Sementara, EI lebih banyak berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan). Kalau ingin mendapatkan tingkah laku yang cerdas maka kemampuan emosi juga harus diasah. Untuk dapat berhubungan dengan orang lain secara baik kita memerlukan kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosi diri dan orang lain secara baik. Di sinilah fungsi dari kecerdasan emosi. Melalui kecerdasan emosi diharapkan semua unsur yang terlibat dalam pendidikan dan pembelajaran dapat memahami diri dan lingkungannyasecara tepat, memiliki rasa percaya diri (PD) , tidak iri hati, dengki, cemas, takut, murung, tidak mudah putus asa, dan tidak mudah marah. Manfaat kecerdasan emosi bagi peserta didik (Mulyasa:162): 1. Jujur, disiplin, dan tulus pada diri sendiri, membangun kekuatan dan kesadaran diri, mendengarkan suara hati, hormat dan tanggung jawab 2. Memantapkan diri, maju terus, ulet, dan membangun inspirasi secara berkesinambungan 3. Membangun watak dan kewibawaan, meningkatkan potensi, dan mengintegrasikan tujuan belajar ke dalam tujuan hidupnya 4. Memanfaatkan peluang dan menciptakan masa depan yang lebih cerah Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosi dalam pembelajaran: 1. Menyediakan lingkungan yang kondusif 2. Menciptakan iklim pembelajaran yang demokratis 3. Mengembangkan sikap empati, dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh peserta didik 4. Membantu peserta didik menemukan solusi dalam setiap masalah yang dihadapinya 5. Melibatkan pesrta didik secara optimal dalam pembelajaran, baik secara fisik, sosial maupun emosional 6. Merespon setiap perilaku peserta didik secxara positif dan menghindari respon yang negatif 7. Menjadi teladan dalam menegakkan aturan dan disiplin dalam pembelajaran MUNGKIN Anda sudah membaca buku tentang kecerdasan emosi dan ingin tahu tentang seberapa tinggi kecerdasan emosi Anda? Kuis berikut ini dapat membantu mengukur tingkat gejolak emosi Anda. Daniel Goleman, psikolog lulusan Harvard University dan penulis buku Emotional Intelligence pernah mengatakan, bahwa keberhasilan seseorang dalam hidupnya tidaklah terutama disebabkan oleh IQ-nya, tetapi lebih-lebih bagaimana emosionalitasnya dapat dimanajemeni dengan baik. Dengan kata lain, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh kecerdasan emosinya. Memang, tidak satu pun alat tes yang bisa dipakai untuk mengukur kecerdasan emosi seseorang secara tepat, tetapi ada banyak situasi dimana gejolak emosi yang Anda rasakan dapat diukur. Pertanyaan-pertanyaan berikut merupakan petunjuk kasar untuk mengukur kecerdasan emosi yang Anda miliki. Ingin tahu? Jawablah dengan jujur pertanyaan yang ada. Jawaban yang Anda pilih harus merupakan kecenderungan sikap yang muncul spontan dari dalam batin Anda. Jangan berpikir dua kali atau bahkan mencoba menebak-nebak jawaban. Pertanyaan : 1. Anda berada dalam sebuah pesawat dan tiba-tiba goncangan sangat keras terasa di dalam pesawat dan mulai mengacaukan segala sesuatu yang ada dalam pesawat. Apa yang Anda lakukan? a. Melanjutkan membaca buku/majalah, nonton film dan sedikit tidak peduli pada goncangan yang terjadi. b. Waspada atas situasi darurat ini, dengan seksama memperhatikan petunjuk pramugari dan membaca buku panduan mengenai keadaan darurat. c. Antara a dan b. d. Tidak yakin, saya tidak pernah memperhatikannya. 2. Anda sedang menemani sekelompok anak berumur sekitar 4 tahunan ke sebuah taman. Lalu, salah satu dari mereka (anak gadis) mulai menangis karena anak-anak lain tidak mau bermain dengannya. Apa yang Anda lakukan? a. Membiarkan anak-anak itu di kejauhan. b. Bicara pada anak gadis itu dan menolong dia agar yang lainnya mau bermain dengannya. c. Dengan lembut membujuk anak gadis itu agar tidak menangis. d. Mencoba mengalihkan perhatian anak gadis itu dengan menunjukkan sesuatu yang lain yang bisa dia pakai untuk bermain. 3. Asumsikan bahwa Anda adalah seorang murid sekolah menengah yang mengharapkan mendapat nilai A dalam suatu kursus, tetapi ternyata Anda hanya mendapat nilai C untuk ujian tengah semester kali ini. Apa yang Anda lakukan? a. Anda mulai membuat sebuah rancangan kasar untuk memperbaiki nilai dan berniat mengatasi masalah sesuai rencana Anda. b. Berniat untuk melakukan yang lebih baik di kemudian hari. c. Mengatakan pada diri sendiri bahwa hal itu bukanlah masalah, lalu Anda mulai berkonsentrasi pada mata palajaran lain dimana Anda mendapat nilai lebih tinggi. d. Pergi menghadap dosen dan meminta kepadanya agar nilai Anda menjadi baik. 4. Bayangkan bahwa Anda seorang salesman dari sebuah perusahaan asuransi dan mendapat panggilan dari seorang klien yang memiliki prospek bagus buat perusahaan Anda. Namun ada 14 klien lain yang sedang ribut dan menunggu Anda, sehingga Anda menjadi patah semangat. Apa yang Anda lakukan? a. Meneleponnya hari itu juga dan berharap hari esok akan lebih beruntung. b. Menilai kualitas diri Anda; melihat kelemahan mana yang menghambat pekerjaan Anda c. Mencoba sesuatu yang baru untuk panggilan selanjutnya dan tetap berusaha keras. d. Memikirkan pekerjaan lain. 5. Anda adalah seorang manajer dalam sebuah organisasi dan Anda selalu mencoba untuk menghormati perbedaan ras dan etnik. Sementara itu, Anda mendengar seseorang mengucapkan canda yang menyinggung persoalan ras. Apa yang Anda lakukan? a. Acuhkan saja, itu ‘kan hanya sekadar canda. b. Memanggil orang tersebut, memintanya menghadap Anda untuk ditegur c. Mengatakan langsung bahwa canda seperti itu tidak akan mendapat toleransi dalam organisasi Anda. d. Meminta orang yang mengatakan canda itu untuk mengikuti pelatihan mengenai perbedaan/pluralitas. 6. Anda mencoba menenangkan teman yang hendak memukul seseorang, karena mobil yang dikendarainya hampir ditabrak dari depan. Apa yang Anda lakukan? a. Mengatakan padanya agar melupakan saja, lalu dia tidak mempermasalahkan lagi dan tidak ada perjanjian apa pun yang dibuatnya. b. Mencoba mengalihkan perhatian dengan memutar lagu kesayangannya. c. Mencoba meredakan emosinya dan membujuk agar memperbaiki hubungan. d. Mengatakan padanya seandainya yang akan menabrak itu dia, apa yang dirasakannya? Juga ketika melihat pengemudi itu dibawa ke UGD. 7. Anda dan pasangan sedang bertukar argumentasi (bertengkar), sampai suatu ketika kata-kata yang Anda ucapkan tidak enak didengar. Ucapan itu membuat Anda berdua kecewa dan masing-masing menjadi marah. Padahal Anda tidak menghendaki hal itu. Apa yang Anda lakukan? a. Berhenti selama 20 menit , lalu melanjutkan diskusi. b. Hentikan argumen Anda, diam, tidak peduli terhadap apa yang disampaikan pasangan Anda. c. Minta maaf, dan meminta pasangan Anda untuk meminta maaf juga. d. Berhenti sejenak, berpikir beberapa saat, lalu mencoba menjelaskan pernyataan Anda setepat mungkin. 8. Anda telah ditunjuk menjadi pemimpin sebuah tim kerja. Sebagai orang yang kreatif, Anda mencoba memulai perkerjaan. Apa yang pertama kali Anda lakukan? a. Membuat agenda dan melakukan diskusi atas berbagai masalah. Anda menggunakan kesempatan ini sebagai sarana membangun kebersamaan. b. Meminta anak buah Anda mengatur kesempatan agar mereka dapat mengenal satu sama lain. c. Mumpung masih segar, Anda mulai dengan bertanya pada setiap orang; bagaimana menyelesaikan masalah. d. Memulai dengan model brainstorming, memberi semangat dan kesempatan kepada setiap orang untuk memberikan ide seliar apa pun. 9. Anak laki-laki Anda yang berumur 3 tahun sangat pemalu, sensitif, dan sedikit takut dengan tempat dan orang baru sejak dia lahir. Apa yang Anda lakukan? a. Menerima bahwa dia memang memiliki temperamen pemalu. Anda mencoba melindungi dia dari situasi-situasi yang mungkin bisa mengecewakannya. b. Membawa dia ke psikiater anak untuk meminta bantuan. c. Mencoba membuat dia terus menerus mengalami tempat-tempat baru dan bertemu dengan orang-orang, sehingga rasa takutnya hilang. d. Mencoba mengatur secara baik/memberi kesempatan dia agar dapat belajar bertemu dengan orang-orang dan tempat baru. 10. Sudah sejak kecil Anda ingin belajar musik dan sekarang Anda mendapat kesempatan untuk memulainya, walau sekadar untuk senang-senang saja. Untuk itu, Anda ingin menggunakan waktu sebaik mungkin. a. Secara teratur setiap hari Anda akan meluangkan waktu untuk belajar. b. Memilih bagian yang sudah sedikit Anda kuasai dan dapat membuat kemampuan Anda berkembang c. Melakukan latihan hanya kalau ada mood. d. Memilih bagian yang sama sekali tidak Anda ketahui dan Anda berusaha keras mempelajarinya. Penilaian Berikan nilai pada setiap jawaban yang Anda pilih, sesuai dengan kotak di bawah ini. Jumlahkan. 200 = Nilai Tertinggi 175 150 125 100 = Rata-rata 75 50 25 0 = Anda lebih baik mencobanya lain waktu No a b c d 1 20 20 20 0 2 0 20 0 0 3 20 0 0 0 4 0 0 20 0 5 0 0 20 0 6 0 5 5 20 7 20 0 8 0 20 0 9 0 5 0 20 10 0 20 0 Daftar bacaan E. Mulayasa. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya. http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/01/05360036/ukur.kecerdasan.emosi.anda

Rabu, 04 November 2015

MEMENANGKAN HATI RAKYAT MELALUI STRATEGI PENCITRAAN



Dunia politik tak ubahnya seperti arena bertarung yang sangat membutuhkan strategi jitu dalam pemenangannya.  Tidak hanya sekedar politik uang yang mampu berperan sebagai second God dalam memenangkan hati rakyat.


Saat ini rakyat semakin kritis dan sebagian besar tak lagi tertarik pada politik uang, meskipun tak dapat dipungkiri bahwa masih ada sebagian partai politik yang menggunakan politik uang sebagai strategi pemenangannya.
Menurut survey yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People and the Press terhadap sekitar 200 konsultan politik di seluruh dunia pada tahun 1997 – 1998, ditemukan fakta bahwa kualitas dari pesan-pesan kampanye politik sebuah partai politik dan strategi pencitraan para pemimpin partai politik merupakan faktor utama dalam menentukan kemenangan dalam pemilihan umum, sehingga selain faktor biaya yang mutlak dipersiapkan untuk menggerakkan mesin politik, pencitraan partai politik dan pemimpin partai politik merupakan kunci penentu kemenangan.
Melalui pendekatan program kerja sebuah partai politik kepada pemilihnya hanya akan dimengerti oleh publik yang “melek” politik. Bagi publik yang “buta” politik, mereka akan lebih suka melihat citra para pemimpin partai politik.
Pengertian citra berkaitan erat dengan suatu penilaian, tanggapan, opini, kepercayaan publik, asosiasi, lembaga dan juga simbol simbol tertentu terhadap bentuk pelayanan, nama perusahaan dan merek suatu produk barang atau jasa  yang diberikan oleh publik sebagai khalayak sasaran (audience).
Dengan demikian, tanggapan dan penilaian publik merupakan unsur penting dalam melakukan penelitian tentang Citra. Citra (image) adalah seperangkat keyakinan, ide dan kesan seseorang terhadap suatu obyek tertentu. Sikap dan tindakan seseorang terhadap obyek tersebut akan ditentukan oleh citra obyek yang menampilkan kondisi yang paling baik.
Memasarkan partai politik tak ubahnya seperti memasarkan sebuah produk barang atau jasa kepada target pasarnya.  Pada dasarnya, jika diibaratkan berdagang, target pasar untuk partai politik adalah para pemilih (voters), jika kita melakukan segmentasi pemilih yang menjadi target pasar partai politik, maka akan terdapat 4 jenis pemilih potensial yang ada di Indonesia.
Pertama adalah pemilih ideologis (ideologist voters), yang kedua adalah pemilih tradisional (traditional voters), yang ketiga adalah pemilih rasional (rational voters) yang terbagi dalam pemilih intelektual dan non partisan, sedangkan yang keempat adalah pemilih yang masih berubah-ubah (swing voters).  Ideologist Voters dan Traditional Voters menguasai sekitar 40% darimarket share, sedangkan Rational Voters dan Swing Voters menguasai sekitar 60% dari market share (Priosoedarsono, 2005).
Jika kita berbicara mengenai strategi pencitraan, tak dapat dilepaskan dari peran media massa dalam kapasitasnya sebagai media (wadah) untuk memberitakan kepada publik serta memberi citra dari aktivitas para aktor politik yang diberitakan dan menjadi konsumsi media massa.
Disini peranan “Framing” maupun “Agenda Setting” menjadi penting, karena agenda media (dalam hal ini media memilih berita-berita yang akan menjadi headline dalam pemberitaannya) merupakan agenda publik, artinya adalah publik disodorkan headline berita yang memang telah diagendakan oleh media untuk menjadi berita utama (headline).


MENGAPA INCUMBENT (PETAHANA) BANYAK MENANG PILKADA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig189faDLLuZoIeq5gGRUhFl7IYKZQtR-U82I-EKndhcvhDqGWQXKdSQ-79DavDuwpvw4viYmNOBC0lEwfJPiHFWcF9MPUwLwhOb_7q2AVP3Sy5Cah_oUXgvxLjbZv3PGq3yXyjLDgMHY/s200/pilkada.jpeg
Sejak pertama Pilkada digulirkan pada tahun 2005, hingga kini sudah ribuan Pilkada telah dilaksanakan di Indonesia. Dari data yang ada, Pilkada banyak dimenangkan oleh pihak incumbent. Bila dipersentasekan kira-kira mencapai 85% Pilkada dimenangkan oleh incumbent.
Pertanyaannya, mengapa Pilkada banyak dimenangkan oleh incumbent?.Ada beberapa faktor mengapa incumbent lebih mudah untuk memenangkan Pilkada di Indonesia.
Pertama, incumbent mengusai akses ekonomi. Dengan kedudukanya sebagai bupati atau walikota atau gubernur yang sedang menjabat, seorang kandidat menjadi punya kesempatan yang lebih besar untuk mengusai akses ekonomi dibanding kadidat lain. Kemudahan akses ekonomi ini tentunya memudahkan seorang kandidat untuk mendapatkan dana untuk pembiayaan kampanyenya. Sering kali, incumbent justru yang kewalahan dengan para pihak yang datang menawarkan dana pilkada. Dengan dana yang melimpah ini, pihak incumbent bisa melakukan banyak hal. Dalam Pilkada, dana memang bukan segalanya tetapi sangat penting keberadaanya.
Kedua, incumbent mengusai akses sosial. Penguasaan terhadap akses sosial ini sangat penting karena akan mendongkrak tingkat popularitas dan elektabilitas kandidat. Sejak hari pertama incumbent dilantik, ia akan memiliki akses untuk bertemu dan berkunjung ke masyarakat. Tentunya dengan menggunakan fasilitasnya sebagai incumbent. Incumbent bisa menghadiri acara atau menciptakan acara untuk bisa selalu bertemu dengan warga. Sudah menjadi rahasis umum bahwa incumbent selalu menggunakan dana BANTUAN SOSIAL untuk memupuk modal sosial ini.
Ketiga, incumbent mengusai akses politik. Bila seseorang sudah menjabat sebagai bupati, walikota atau gubernur, rasanya tidak akan susah untuk menguasi kursi pimpinan partai politik. Bahkan partai politik justru berebut untuk menempatkan incumbent sebagai ketua partai. Demikian juga pada saat pencalonan Pilkada, incumbent tidak akan repot mencari partai. Justru partai politik yang datang berbondong-bondong untuk menjadi meniadi partai pengusung. Dengan kemudahan akses politik ini, incumbent tentunya bisa memilih mesin partai politik mana yang memiliki dukungan luas di daerahnya.
Dengan segala kemudahan yang dimiliki incumbent tersebut, maka tidak heran bila sangat sedikit incumbent yang kalah dalam Pilkada. Hanya incumbent yang "keterlaluan" yang kalah dalam Pilkada.

Nama         : Ali Wardana Panggabean

Jabatan      : Direktur Ali Wardana Panggabean Center

Rabu, 23 September 2015

Cara Berpikir Out Of The Box

Cara berpikir di luar kotak pertama kali diperkenalkan oleh seorang matematikawan Inggris Henry Ernest Dudeney lewat sebuah teka teki yang ia ciptakan. Selain Henry, Edward de Bono juga mengartikan cara berpikir di luar kotak sebagai cara berpikir lateral. Ia berkata “Seseorang tidak dapat menggali lubang di tempat yang berbeda dengan menggali lebih dalam lubang yang sama.” Ini memiliki arti bahwa seseorang tidak akan menemukan hal yang baru, hal yang tidak pernah ditemui dan dialami sebelumnya jika masih berada pada cara pemikiran yang sama. Seseorang harus berani mengambil keputusan untuk keluar dari ‘kotak’ tersebut, zona aman yang dimiliki, maka barulah hal-hal baru, inovasi, pengalaman, dan keberhasilan baru yang tidak terbayangkan bisa menghampiri diri seseorang.
Cara Berpikir OUT OF THE BOX
Satu hal yang paling sering dipertanyakan banyak orang adalah bagaimana caranya untuk bisa berpikir di luar kotak. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan seseorang untuk mampu berpikir di luar kotak dan akhirnya menemukan suatu hal yang baru dan berbeda dari apa yang pernah dialami dan diterima orang kebanyakan.
  • Keluar dari zona aman.
Setiap orang cenderung menikmati dan terbuai akan zona aman yang sudah dimilikinya pada saat ini, namun itu akan menjadi penghalang dari sebuah inovasi. Karena pada saat seseorang menikmati posisinya di dalam kotak yang ia anggap sudah sangat nyaman, ia tidak akan pernah bisa melihat adanya peluang di luar sana untuk menemukan suatu terobosan baru atau sebuah peningkatan atas level hidupnya. Maka itu jika seseorang ingin bisa melihat dan berpikir di luar kebiasaan dan kerangka masalah yang ada, beranikan diri untuk keluar dari zona aman.
  • Tinggalkan keraguan.
Seringkali keraguan berhasil membuat seseorang kembali berpikir di dalam kotak, karena adanya keraguan apakah hal-hal yang ada di luar kotak itu benar akan membawa peningkatan dalam kehidupan, apakah hal-hal di luar kotak bisa memberikan suatu inovasi baru dalam pekerjaan. Keragu-raguan itu harus ditinggalkan, sebab perlu diketahui bahwa tidak ada satupun hal di dunia ini yang tidak memiliki resiko. Jika seseorang ingin mengalami peningkatan dan terobosan dalam hidup, maka selain mulai keluar dari zona aman tersebut, yakinlah untuk memanjat kotak tersebut, dan segeralah keluar dari dalamnya, maka hal-hal baru yang tidak pernah terbayangkan akan ditemui.
  • Dengarkan orang lain, terbuka, dan menerima.
Orang-orang yang berpikir di dalam kotak adalah orang-orang yang tidak pernah mau menerima ide-ide yang bermunculan di sekitarnya. Mereka selalu memandang ide-ide tersebut tidak akan bekerja. Oleh karena itu, seorang yang mau untuk berpikir di luar kotak harus memiliki kerendahan hati untuk membuka dirinya, menerima pendapat dan ide-ide dari orang lain, kemudian mengolah nya dengan cara-cara di luar kerangka berpikir yang pada umumnya.
  • Keterbukaan untuk melakukan hal yang berbeda,dan melakukan suatu hal dengan cara yang berbeda.
Albert Einstein mengatakan“ Hanya orang-orang gila yang mengharapkan hasil berbeda akan tetapi menggunakan cara-cara yang sama. ”
GAMES OUT OF THE  BOX
Sambungan 5 garis tampa putus yang mengena 6 titik.
GAMES OUT OF THE BOX
KREATIF Sambungan 3 garis tampa putus yang mengena 6 titik.

GAMES OUT OF THE BOX
Silahkan Anda Sambungkan semua 6 titik ini dengan 1 (satu) Garis, Apakah anda bisa?

Semoga bermanfaat bagi Anda dan Indonesia
Sumber : Dari berbagai Sumber